Tanaman Porang Memiliki Manfaat Bagi Kesehatan

Manfaat Tanaman Porang

Tanaman porang atau buah iles dulu sempat dianggap sebagai tanaman liar yang tidak bermanfaat karena punya aroma yang tak sedap. Namun, tanaman porang kini semakin banyak dibudidayakan untuk dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan tepung, mi shirataki, gelatin, sampai konyaku. Selain itu, tanaman yang menjadi komoditas ekspor ini juga bisa digunakan untuk bahan baku pembuatan lem, pelapis antiair, cat, pengisi tablet, pengental, negatif film, pita seluloid, sampai kosmetika.

Di luar manfaat tanaman porang tersebut, porang rupanya menyimpan sejumlah khasiat potensial bagi kesehatan. Melansir riset Keanekaragaman Iles-iles dan Potensinya Untuk Industri Pangan Fungsional, Kosmetik, dan Bioetanol (2016) oleh Yati Supriati, porang mengandung senyawa glukomanan. Glukomanan adalah senyawa polisakarida yang punya sifat istimewa dapat membentuk massa kental dalam air dingin dan bisa membentuk gel.

Tanaman Porang Memiliki Manfaat Bagi Kesehatan

Manfaat Tanaman Porang Bagi Kesehatan

Kandungan senyawa tersebut membuat tanaman porang memiliki manfaat potensial bagi kesehatan, di antaranya:

  1. Sebagai Sumber bahan pangan sehat

Tanaman porang bisa digunakan sebagai bahan tepung alternatif karena banyak mengandung glukomanan. Tak hanya unggul karena glukomanan, umbi konyaku porang juga rendah kalori, banyak mengandung serat, dan memiliki tujuh macam asam amino esensial. Tepung konyaku porang kering dapat memiliki komposisi 49-60 persen serat glukomanan, 10-30 persen pati, serta 2-5 persen serat tak larut air. Konyaku porang juga disebut sebagai bahan pangan alkali, yang bisa menetralkan kadar asam dalam tubuh. Selain itu, konyaku porang tidak mengandung karbohidrat dan gluten, sehingga cocok bagi pemilik alergi gluten, penderita diabetes, maupun orang yang sedang diet rendah kalori.

  1. Bisa menurunkan kadar kolesterol

Studi yang melibatkan 22 penderita diabetes tipe 2 menunjukkan, pemberian suplemen konyaku glukomanan efektif menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) dan total dalam darah. Dalam penelitian tersebut, pasien diberi 3,6 gram suplemen konyaku glukomanan per hari. Dengan penurunan kadar kolesterol jahat dan total dalam darah, risiko penyakit pembuluh darah seperti jantung dan stroke juga ikut menurun. Hasil pengujian sejenis juga terlihat pada uji konyaku glukomanan tanaman porang pada tikus lab. Tikus yang diberi diet tinggi serat tepung porang, kadar kolesterolnya juga menurun.

  1. Dapat Menurunkan kadar gula darah

Studi pada 2001 menunjukkan, glukomanan memiliki manfaat untuk menurunkan faktor risiko diabetes, kolesterol tinggi, tekanan darah tinggi, serta resistensi insulin. Glukomanan dapat meningkatkan tingkat penyerapan nutrisi dalam usus kecil. Sehingga, sensitivitas insulin ikut meningkat. Hasil penelitian lain menunjukkan, konsumsi suplemen kaya akan serat seperti tanaman porang pada tikus dapat mencegah pembentukan plak di pembuluh darah karena penumpukan kolesterol. Selain itu, kandungan glikemik objek penelitian bisa turun secara bertahap setelah rutin sarapan dengan biskuit glukomanan. Dampaknya, kadar gula darah lebih terkontrol.

  1. Bisa Mencegah kanker

Penelitian pada hewan menunjukkan, manfaat porang dari tepung konyaku bisa mencegah penyakit kanker paru-paru. Khasiat porang ini tak hanya bermanfaat untuk menghambat pertumbuhan kanker dan zat prakanker, tapi juga mencegah kanker. Selain itu, studi juga membuktikan manfaat konyaku glukomanan bisa menurunkan tingkat keganasan tumor dan kanker.

  1. Untuk menurunkan berat badan

Studi membuktikan, pemberian suplemen glukomanan efektif untuk menurunkan berat badan. Dalam penelitian ini, sebanyak 30 pasien obesitas menjalani diet rendah kalori 1.200 kkal selama 60 hari ditambah konsumsi glukomana. Selang empat bulan, bobot berlebih dan tingkat trigliserida tinggi pada pasien obesitas tersebut menurun secara signifikan. Kendati berat badan turun, hal yang menarik adalah kandungan zat besi, kalsium, tembaga, dan sengnya tidak berubah.

  1. Mengatasi sembelit

Glukomanan yang terdapat dalam porang dapat membantu mengatasi masalah sembelit kronis. Hasil penelitian menunjukkan, penderita sembelit yang diberi glukomanan selama 10 hari, frekuensi buang air besarnya bisa kembali normal.

Glukomanan adalah polisakarida yang dapat larut dalam air dan dianggap sebagai serat pangan. Glukomanan merupakan komponen hemiselulosa dalam dinding sel beberapa spesies tumbuhan.

Demikian artikel kali ini mengenai tanaman porang yang memiliki banyak sekali manfaat baik dari potensi bisnisnya maupun manfaat kesehatan bagi kita. Harga buah iles Tiap tahun juga naik terus, harganya terus naik, Bila pada tahun 2008 harga iles-iles organik masih Rp 2.250 per kilogram (kg),lalu naik menjadi Rp 2.800 per kg dan sekarang harga umbi iles-iles ini lumayan mahal yakni 1 kg umbi iles-iles kering bisa mencapai 11-14 ribu. Umbi ini akan di ekspor ke luar negeri.

Harganya 11-14 ribu perkilonya adalah harga jual kepada pengepul sedangkan kalau sudah jadi olahan jadi tentu bisa lebih mahal. Cara pengolahan umbi iles-iles pun cukup mudah, yakni dengan cara dipotong tipis-tipis kemudian dijemur sampai kering di panas matahari.

Tanaman porang bisa dibudidayakan dengan menyesuaikan pola tanam yang pada awalnya ditanam diantara pohon pohon penaung lainnya namun semakin kesini cara tanam porang pun sudah banyak yang mengeksplorasi cara menanam porang dari menanam di lahan terbuka sampai di lahan persawahan. Tidak semua petani mempunyai lahan perladangan yang luas oleh karena itu sebagian petani juga menanam porang di pekarangan rumah yang bisa dimanfaatkan walaupun hasilnya tidak bisa maksimal tapi setidaknya bisa memanfaatkan lahan kosong untuk ditanami porang.

Masa panen porang yang butuh waktu cukup lama tidak menyurutkan semangat untuk berbudidaya tanaman porang ini karena hasilnya yang akan didapatpun menjanjikan. Bagaimana dengan anda apakah sudah memulai berbudidaya tanaman porang?

Glukomanan Menurut Wikipedia

Produk-produk yang mengandung glukomanan (dengan berbagai macam merk dagang) dipasarkan sebagai bahan tambahan pangan dengan klaim bahwa bahan ini dapat menurunkan kadar kolesterol dan menanggulangi sembelit. Semenjak tahun 2010, glukomanan dipasarkan di Eropa sebagai substansi yang diklaim dapat membantu menurunkan berat badan, tetapi hingga tahun 2014 masih belum ada cukup bukti yang menunjukkan hal ini.

Suplemen yang mengandung glukomanan harus diminum dengan cukup air, jika tidak terdapat risiko tersedak dan penyumbatan usus. Efek samping lainnya adalah diare dan kembung; dalam salah satu hasil penelitian, orang yang meminum glukomanan memiliki kadar trigliserida yang lebih tinggi.

Exit mobile version