Pohon porang

Pohon Porang Bernilai Ekonomis Dan Banyak Manfaat

Pohon porang menjadi primadona setelah ramai diberitakan mengenai kesuksesan menanam porang, Porang kini tengah naik daun. Padahal, porang sebelumnyanya dianggap tanaman yang tumbuh liar di pekarangan, bahkan di beberapa daerah dianggap sebagai makanan ular (porang tanaman). Tanaman porang kini mulai banyak ditanam petani di sejumlah daerah seiring meningkatnya permintaan ekspor umbinya.

Tanaman porang adalah tanaman umbi-umbian dengan nama latin Amorphophallus muelleri. Di beberapa daerah di Jawa, tanaman porang juga dikenal dengan istilah iles-iles. Budidaya porang juga terbilang mudah dan murah karena tidak memerlukan banyak perlakukan khusus. Pohon porang mudah tumbuh dalam berbagai kondisi tanah, bahkan di lahan kritis sekalipun.

Pohon Porang menjadi primadona petani

Saat ini tanaman porang menjadi primadona dan digandrungi petani karena memiliki nilai ekonomis yang tinggi.Umbi porang memiliki pasar ekspor seperti Jepang, China, Taiwan, Vietnam, Australia, dan Korea. Di pasar ekspor, umbi porang yang diolah menjadi tepung memiliki nilai jual tinggi.

Dilansir situs resmi Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan, perkebunan.litbang.pertanian.go.id, tanaman porang termasuk dalam tanaman iles-iles. Tanaman porang (Amorphophallus oncophyllus muelleri Blume) merupakan umbi-umbian yang termasuk dalam famili Areaceae dan umumnya tumbuh di hutan.

Di alam, tanaman porang sering dianggap sebagai tanaman liar oleh masyarakat yang tumbuh di bawah tegakan tanaman seperti jati, mahoni, sono keling dan sengon dengan intensitas sinar matahari 40 persen.

Porang memiliki nilai ekonomis tinggi

Umbi porang memiliki nilai ekonomis yang tinggi karena umbi porang mengandung glukomanan yang baik untuk kesehatan dan dapat dengan mudah diolah menjadi bahan pangan dan industri farmasi.

Dilansir situs resmi Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan, perkebunan.litbang.pertanian.go.id, tanaman porang termasuk tanaman iles-iles.

Oleh karena itu, masyarakat atau petani yang tinggal di kawasan hutan banyak yang mulai membudidayakan tanaman porang.

Disebutkan laporan Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian, Pusat Penelitian dan Pengembangan Perkebunan yang terbit April 2020, tanaman porang dapat tumbuh dengan baik pada pH 6-7 dan sangat baik jika ditanam pada ketinggian 100-600 meter di atas permukaan laut (m dpl).

Tanaman porang membutuhkan curah hujan relatif sedang, yaitu sekitar 2.500 mm/tahun,Suhu udara optimal untuk budidaya porang antara 20-300 derajat Celsius.

Berkebun pohon porang tidak harus memerlukan tanah yang luas, tetapi hal itu sudah bisa diatasi dengan membuat kebun kecil di sekitar rumah menggunakan polybag atau pot.

Manfaat umbi porang

Manfaat tanaman porang banyak digunakan untuk bahan baku tepung, kosmetik, penjernih air, selain itu juga untuk pembuatan lem dan jelly dan beberapa tahun ini sering diekspir ke negeri Jepang.

Di pasaran, porang basah dibanderol dengan harga antara Rp 9.000 – Rp 10.000 per kg. Sedangkan porang kering bisa di ekspor dengan harga sekitar Rp 200.000 – Rp 300.000.

Seperti disebutkan sebelumnya, tanaman porang memiliki nilai ekonomis tinggi. Biasanya, tanaman ini dijual dalam bentuk umbi, irisan kering, tepung porang, dan glukomannan.

Glukomannan merupakan polisakarida larut dalam air yang dianggap sebagai serat makanan. Saat mengolah makanan, glukomannan dapat dijadikan pengental alami.

Oleh sebab itu, glukomannan sangat penting dalam industri makanan karena serat alaminya dapat dijadikan pengganti agar-agar, mempercepat rasa kenyang, memperlambat pengosongan perut.

Ini merupakan bahan yang cocok untuk orang diet, terlebih dapat mengurangi kadar kolesterol dalam darah. Manfaat lainnya, glukomannan baik untuk penderita diabetes, dapat dijadikan pengental sirup, membuat es krim tidak mudah meleleh, sebagai bahan baku mie, dan penjernih air.

Jenis pohon porang

Jenis porang yang sering dijumpai di Indonesia ada tiga jenis, yakni:

A. campanulatus
A. variabilis
A. oncophyllus

Jenis porang yang ditanam sebagai bahan pangan adalah jenis A. campanulatus var. hortensis karena umbinya banyak mengandung pati. Sedangkan untuk tujuan eskpor, jenis yang disukai adalah A. oncophyllusdi. Jenis porang ini memiliki umbi yang kaya akan glukomannan.

Umbi porang mengandung karbohidrat dengan kadar mannan yang cukup tinggi dan mempunyai sifat yang khas, antara lain membentuk larutan viscous bila dicampur dengan air, tahan terhadap air, bersifat adsurbens, bahan pangan, dan lain sebagainya. Tepung porang yang mengandung mannan banyak digunakan dalam industri farmasi, kosmetik, kertas, tekstil, karet sintests, dan lainnya.

Menanam atau membudidayakan porang haruslah menyiapkan lahan terbuka untuk tempat menanam porang. Sebelum itu hal yang harus dilakukan yaitu membersihkan gulma dan membajak lahan agar tanah menjadi lebih gembur.

Show More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Back to top button

Adblock Detected

Please consider supporting us by disabling your ad blocker