Harga Buah Iles Terbaru

Mengenal Karakter Iles-Iles
Iles-iles merupakan umbi-umbian pada umumnya yang tumbuh dengan tangkai tunggal atau batang bercorak belang-belang hijau-putih. Tangkai iles-iles menjulurkan cabang-cabang menjadi tangkai daun yang bisa tumbuh secara epifit atau pada bawah pepohonan penyangganya. Iles-iles biasanya banyak ditemukan di sawah, karena umbi-umbian ini masih tergantung dengan pohon lain dan bisa tumbuh subur di tanah gembur dan berpasir, bukan di tanah basah misalnya persawahan.

Ciptabisnis.com

Banyak orang masih terkecoh dengan penampilan iles-iles yang mirip dengan pohon suweg. Dua umbi ini memang masih satu marga, akan tetapi ada disparitas di antara keduanya. Ketika umbi dibelah, di iles-iles terdapat bintil hitam pada atas permukaan daun yg dianggap bulbil sedangkan suweg tidak memiliki bintil. Pembeda ke 2 umbi ini yaitu, ketika umbi dibelah, bagian pada iles-iles berwarna oranye sedangkan umbi suweg berwarna putih.

Apa Manfaat Iles-Iles
Iles-iles sangat kaya manfaat, salah satunya adalah menjadi sumber pangan utama yang rendah kalori tapi tinggi serat jadi pas buat mereka yang sedang punya program menurunkan berat badan. Iles-iles umumnya dipakai menjadi bahan tepung alternatif lantaran mengandung glukomanan yang merupakan serat alami larut air yg biasa digunakan menjadi aditif makanan menjadi pengemulsi dan pengental. Selaih itu, iles-ils juga rendah kalori, kaya serat, serta mempunyai tujuh macam asam amino esensial. Kandungan asam amino yang komplit ini mebuat iles-iles banyak dipakai buat merawat kesehatan kulit, membantu penyembuhan luka, mengatasi peradangan, diabetes, juga bisa untuk mengendalikan kolesterol.

Di luar sisi kesehatan, iles-iles jua dimanfaatkan buat banyak industri, misalnya buat bahan lem dengan daya rekatnya terbaik dan kedap air, menjadi campuran bahan kertas supaya kertas relatif kuat dan lemas serta menjadi media tumbuh mikroba yg bisanya digunakan buat urusan terkait biologi.

Bagaimana Budidaya Iles-Iles
Iles-iles atau porang sebagai salah satu tamanan unggulan yang belum banyak dibudidayakan petani Indonesia. Porang mampu tumbuh pada jenis tanah apa saja di ketinggian 0 hingga 700 mdpl, bisa tumbuh di hutan pada naungan tanaman lain. Iles-iles atau porang ini sanggup dikembangbiakkan dari bibit atau menggunakan rabat umbi batang maupun umbinya yang telah mempunyai titik tumbuh atau bubil dan bisa langsung ditanan

Melansir dari situs Pertanian.Go.Id, porang atau iles-iles memiliki nilai strategis untuk dikembangkan, lantaran mempunyai peluang besar buat diekspor ke negara-negara konsumen utama porang seperti Jepang. Dari catatan Badan Karantina Pertanian menyebutkan ekspor porang pada tahun 2018 tercatat sebanyak 254 ton, dengan nilai ekspor yang mencapai Rp 11,31 miliar ke negara Jepang, Tiongkok, Vietnam dan juga Australia.

Fenomena Porang atau Iles-Iles
Beberapa tahun lalu sempat ramai diberitakan tentang seseorang pemulung menjadi miliuner setelah dia sukses bertani iles-iles ataun porang. Dilansir dari Kompas.Com, Paidi merupakan seorang pemulung yang tinggal di Desa Kepel, Kecamatan Kare, Kabupaten Madiun. Tetapi, semenjak bertani porang atau iles-iles, nasib Paidi berubah 180 derajad semenjak sebagai petani porang dan mengajak warga desanya ikut menanam porang.

Paidi juga sukses menciptakan pola tanam porang menurut cara tanam konvensional seperti menanam di bawah pohon jati sebagai pola tanam gaya baru yang hasil panennya sanggup tembus 70ton untuk lahan tanah satu hektar. Revolusi flora baru ini mengubah nasib Paidi dan masyarakat desanya yang tidak hanya sekali saja memanen porang tapi bisa berkali-kali panen sehingga bisa menyuplai kebutuhan pabrik pengolahan porang setiap hari.

Iles-Iles atau Porang Bagi Orang Jepang
Bila di Indonesia iles-iles atau porang ini bukan kuliner pokok, justru di Jepang sebaliknya. Porang yang di Jepang diklaim Konyaku ini akan diolah jadi makanan primer atau pokok yaitu dengan cara dihaluskan kemudian diberi tambahan serbuk rumput laut, kemudian dibuat persegi panjang dan direbus. Teknik tradisional ini yang biasa digunakan orang Jepang.

Porang juga dapat diolah sebagai mie dan bola-bola bakso yang akan diolah sesuai selera. Di Jepang poranga alias konyaku ini sangat digemari lantaran kaya nutrisi dan serat sehingga banyak diminati menjadi salah satu kuliner diet.

Berapa Harga Iles-Iles ?
Meski kini nama porang atau iles-iles mulai dikenal, tapi tidak semua kota di Indonesia menyediakan olahan ataupun umbi iles-iles. Harga umbi iles-iles kemarau per kilonya kering siap olah mulai dari harga Rp20 ribuan. Sementara bila kita cek di marketplace, harga umbi iles-iles tanam segar dijual bisa di atas Rp60ribu. Olahan iles-iles inipun juga bisa dibuat sebagai mie shirataki atau dikenal olahan tepung konyaku dan dijual dengan harga di atas Rp100ribu per kilonya.

Demikian artikel kali ini mengenai Harga Buah Iles Terbaru semoga bisa bermanfaat dan menjadi referensi bagi yang berniat atau punya keinginan menanam porang atau berbudidaya porang secara sekala besar.

Exit mobile version