Tanda Kesuksesan Dan Karir

Menurut Anda, apa sih tandanya jika seseorang berhasil membangun karirnya dengan baik? Gampanglah, lihat saja jabatannya. Kalau punya jabatan tinggi, ya pastinya oke dong. Atau lihat mobil yang dipakainya.

Kalau mobilnya keren, karirnya pasti keren dong. Atau gajinya kali, ya? Tapi kan kita tidak tahu gaji seseorang. Lagi pula, jabatan tidak selalu menggambarkan gaji. Dan mobil yang dipakai seseorang juga tidak selalu melukiskan gajinya juga kan? Terus, apa iyya jabatan, mobil dan gaji merupakan ukuran kesuksesan kita dalam karir?

Sekarang saya punya kawan yang mobilnya ganti-ganti. Volvo, Mercy, dan BMW adalah 3 merk mobil yang paling sering dikendarinya.

Ini beneran. Soalnya, beliau berprofesi sebagai penjual kendaraan mewah. Dulu pun – ketika masih menjadi salesman beberapa belas tahun lalu – saya punya teman salesman seperti saya. Tahulah kira-kira gajinya berapa. Kalau beda juga paling cuman beberapa puluh ribu rupiah saja dari gaji saya kan? Saya bekerja
mengendarai sepeda motor. Tapi teman saya itu pergi bekerja dengan mengendarai Mercedes Benz New Eyes! Brand new one loh, dizaman itu. Seingat saya, hanya Presiden Direktur diperusahaan kami yang mengendarai mobil seperti itu. Para
direktur lainnya pun tidak.

Ketika terjadi tragedi di sebuah perusahaan kimia beberapa waktu lalu, terbetik berita bahwa di perusahaan itu kesejahteraan
karyawan masih belum mendapat perhatian. Bahkan – menurut berita yang santer waktu itu – gaji direkturnya pun masih dibawah sepuluh juta. Dan sejauh yang
saya tahu, banyak kawan yang pangkatnya direktur namun pendapatannya tidak setinggi para manager di perusahaan lain.

Sebagai kaum professional, alam bawah sadar kita senantiasa diliputi oleh gambaran tentang kesuksesan. Tapi, seperti apa sih sebenarnya tanda-tandanya jika kita ini sudah berhasil membangun karir ini atau
tidak? Kita perlu tahu dong. Supaya jelas apa sasaran yang mesti kita capai. Atau kriteria yang harus kita punya. Yang jelas, ukurannya bukan titel yang tertulis di kartu nama. Dan bukan pula penampilan keren yang kelihatan di permukaan.

Perhatikan orang-orang yang menjadikan jabatan sebagai ukuran keberhasilan dalam karir. Tidak sedikit kan dari mereka yang hanya mengejar jabatan belaka? Sikut kiri kanan juga tidak masalah. Jika tidak
kunjung mendapatkan jabatan tinggi, ya sudah kerjanya ya begini-begini sajalah.
Padahal, jabatan tinggi itu sejalan dengan tanggunjawabnya yang tinggi.Sehingga hanya layak diberikan kepada mereka yang sudah terbukti memiliki kapabilitas yang tinggi.

Perhatikan juga orang-orang yang menjadikan uang sebagai ukuran keberhasilan dalam karirnya. Segala sesuatunya diukur dengan uang.Sehingga sangat mudah diiming-imingi dengan uang. Jika tidak ada iming-iming itu, kobaran gairah kerjanya melempem seperti lampu cempor yang kehabisan
minyak jelantahnya. Mau sih lompat kesana, asal harganya cocok saja. Padahal setiap rupiah yang dibayarkan perusahaan dihitung sebagai investasi yang mesti kembali dengan labanya sekalian.

Jika menggunakan kacamata yang jernih serta nurani yang bersih, kita akan dengan mudah menemukan bahwa tidak semua orang dengan jabatan tinggi mampu menunjukkan kinerja yang tinggi. Tidak semua orang bergaji tinggi
juga berkontribusi tinggi. Makanya, tidak heran juga jika ada boss yang kurang dihargai. Atau bahkan ada orang yang berbayaran tinggi namun diomongin orang dibelakang. Ada juga kok orang dengan kedudukan dan bayaran tinggi yang akhirnya…. Diberhentikan.

Jadi, apa dong yang bisa menjadi ukuran keberhasilan kita dalam membangun karir ini? Gampang saja. Seperti jumlah jemari tangan kita.

Maka ada lima tanda keberhasilan dalam karir yang mesti kita miliki.
Tanda Kesuksesan Dan Karir yaitu:

Tanda pertama.

Kita berhasil membangun karir ketika setiap pagi berangkat kerja dengan riang gembira.Jika Anda merasa sesak didada setiap kali mau berangkat kerja, maka sebenarnya

Anda belum berhasil dalam karir. Meskipun jabatan Anda tinggi. Atau bayaran Anda besar. Anda sedang diperbudak oleh pekerjaan jika demikian. Namun jika Anda hepiiii menyambut setiap hari kerja Anda; itu menandakan Anda benar-benar
bisa menikmatinya. Untuk apa sih Anda bekerja jika hanya mengalami perasaan batin yang tersiksa? Maka jika ingin berhasil dalam karir itu, Anda perlu belajar untuk menikmatinya. Jika tidak, ya hidup Anda akan terus tersiksa hingga kelak berusia 55.

Tanda kedua.

Kita berhasil dalam karir ini jika apa yang kita dapatkan dari karir itu bisa mencukup kebutuhan hidup standard yang layak. Memang, soal kebutuhan standard ini bisa relatif. Standarnya orang kaya kan beda dengan orang miskin. Tetapi, ada norma umum yang bisa dijadikan pegangan. Sandang, pangan, papan, dan pendidikan itu ukurannya. Bukan harus mewah-mewah sih. Tapi layak untuk hidup berkecukupan. Cukup untuk memenuhi kebutuhan primerlah kalau pelajaran SMP dulu
mengistilahkan. Jika masih pusing untuk memenuhi kebutuhan hidup standand itu, maka itu tandanya kita belum berhasil dalam karir ini.

Tanda ketiga.

Kita berhasil dalam karir ini jika mempunyai keleluasaan untuk mengerahkan seluruh kemampuan
yang dimilikinya. Sayang banget loh, kalau potensi diri Anda yang tinggi itu tidak bisa dikonversi menjadi kompetensi. Meskipun Anda merasa enak disana,namun sebenarnya Anda belum bisa menjadi pribadi yang Tuhan inginkan seperti yang Dia anugerahkan. Anda pernah melihat orang yang merasa tertekan karena
gagasan-gagasannya tidak bisa diwujudkan dikantornya? Atau mereka yang merasa kemampuannya tidak bisa didayagunakan disana? Sebaliknya, ada juga kan orang-orang yang benar-benar merdeka dalam menuangkan gagasan dan mengerahkan segala kemampuannya. Sehingga dia, bisa terus berkarya lebih banyak lagi.

Tanda keempat.

Kita berhasil dalam karir ini jika sudah bisa memberi manfaat kepada orang banyak.Kehadiran seseorang hanya akan bernilai jika memberi dampak positif pada orang
lain. Jabatan tinggi tapi membuat gerah suasana. Bayaran besar tapi gemar membikin ulah. Hmmh, bukan orang seperti itu yang kita maksud. Melainkan mereka
yang dengan pekerjaannya bisa membuat orang lain tersenyum. Menjadikan kualitas hidup mereka lebih baik. Dan menolong mereka untuk menjadi pribadi yang lebih
baik. Bukankah pekerjaan kita menjadi lebih bermakna jika bisa memberi manfaat kepada orang banyak?

Tanda kelima.

Kita berhasil dalam karir ini jika sadar terhadap peran orang lain dilingkungan kerja kita.Bagi orang yang belum mempunyai jabatan; itu berarti menyadari dan mengakui peran kolega-kolega kerjanya. Anda punya teman di unit kerja Anda? Nah, jika Anda menyadari dan mengakui peran penting mereka dalam pencapaian Anda, maka itu
merupakan tanda Anda berhasil membangun karir. Karena kenyataannya, hubungan Anda
dengan teman-teman di kantor bisa lebih penting dari gaji Anda.  Gaji Anda besar sekali, tetapi Anda tidak akur bersama kolega kerja; Anda tidak akan betah disana. Gaji Anda standar-standar saja. Tapi Anda punya sahabat-sahabat yang kompak ditempat kerja; maka Anda
akan kerasan disana kan?

Sekarang, mari kita bayangkan. Seseorang yang setiap pagi berangkat ke tempat kerja dengan perasaan riang, lega dan suasana hati yang cerah. Dan seseorang yang memiliki sahabat serta kolega yang selalu ada untuk saling berbagi dan menyemangati. Serta seseorang yang pulang ke rumah dalam keadaan puas, tenteram, dan nyaman. Apakah Anda sudah menjadi orang seperti itu? Jika sudah. Maka itu artinya, Anda berhasil dalam membangun karir
itu. Meskipun hasilnya belum ‘banyak’, tenang saja. Karena hasilnya, akan otomatis mengikuti kita. Kelak jika sudah tiba saatnya. Insya Allah.  

Dikutip dari motifasi Dadang Kadarusman

9 thoughts on “Tanda Kesuksesan Dan Karir

Tinggalkan Balasan